Pendidikan

10 Mitos Sains yang Masih Banyak Dipercaya Orang

Bagaimana timbulnya mitos? Mengapa masih banyak mitos sains yang dipercaya? Semua dibahas, plus 10 mitos sains populer lengkap dengan penjelasan ilmiahnya.

Hello bro n sis. Masuk bulan April menjelang penghunjung semester genap begini, pasti lagi pada hectic sama ujian ya, ada ujian sekolah, mau UN, sampe tes masuk PTN. Tapi, kita refreshing dulu sejenak yuk.

Selain disibukkan dengan jadwal ujian, awal April biasanya sempat heboh sama namanya April Mop. Mulai dari ngebikin becandaan garing sampe bikin jebakan buat mengecoh teman habis-habisan. Pas April Mop kemarin, randomly gue wondering kayak gini:

Menonton: 10 Mitos Sains yang Masih Banyak Dipercaya Orang

Contents

Mitos sains apa aja sih yang masih suka bikin orang terkecoh?

Setelah gue pikir-pikir, wuih buanyaak. Banyak orang (termasuk juga gue dulu) pikir mitos tersebut adalah fakta karena turut diperkuat oleh lembaga pendidikan. Ya, bahkan materi pengajaran yang kita dapat di sekolah pun ga luput dari mitos sains. Nah lho!

Sebagian mitos lagi mengakar di pikiran masyarakat lewat afirmasi media, seperti jargon-jargon di iklan, majalah, buku, sampe film-film Hollywood. Jargon-jargon ini diulang berkali-kali selama beberapa generasi sampe tertanam ke alam bawah sadar masyarakat. Karena udah sering diulang-ulang, masyarakat dengan mudahnya mengamini, menganggapnya fakta, dan ngga mau repot-repot memikirkan kalo itu benar atau enggak. Ya tinggal terima aja lah, toh dari dulu dibilangnya begonoh. Sampai-sampai kalo ada pihak yang mencoba meluruskan mitos yang mereka percaya, pihak itu malah dinyolotin balik, dibilang sok tau lah, nyinyir, dan sebagainya. Hahaha.. #ketawangenes

phd051809s

Tapi, mitos itu sendiri berawal dari mana sih? Pasti ada proses kan di mana suatu konsep dicetuskan sebelum akhirnya jadi populer, apalagi mitos sains. Biasanya nih, mitos sains itu lahir dari:

1. Salah tafsir temuan sains yang valid

Jurnal sainsnya bilang apa, jurnalis yang meliput bilang apa. Biasanya para jurnalis ini oversimplifikasi konsep yang dipaparkan di jurnal tersebut untuk menciptakan headline yang bombastis atau mengambil kesimpulan hanya dari penggalan-penggalan kalimat. Karena jurnalisnya udah terlanjur gembar-gemborin di media, orang udah keduluan percaya. Pas saintisnya mau klarifikasi balik, beritanya kalah heboh dengan headline bombastis yang di awal.

2. Konsep sains yang udah kedaluwarsa

Padahal, udah ada hasil penelitian terbaru yang menggantikan atau menyempurnakan konsep sains yang lama ini. Tapi, sepertinya masyarakat terlalu lembam (baca: malas mikir) untuk menerima temuan terbaru.

3. Konsep yang ngakunya ilmiah

Tapi, ternyata kalo dicermati metode yang dilakukan, ngaco secara saintifik dan logika berpikir. Bisa saja sampelnya kurang representatif, tidak melalui peer review (ditinjau balik oleh sesama saintis), variabelnya kurang lengkap, seharusnya hanya berkolerasi malah dibilang punya hubungan langsung, dan lain-lain.

Nah, di tulisan kali ini, untuk nyegerin otak lo yang udah mulai panas karena digempur persiapan ujian mulu, gue mau mengkompilasikan 10 (aja) mitos sains yang masih suka bikin orang terkecoh dan dipercaya secara luas, mungkin termasuk juga lo. Cekidot gan!

1. Pembagian Otak Kanan-Kiri Mempengaruhi Gaya Belajar

Mitos ini gue taruh di nomor 1 karena gue lihat populer banget dan impact-nya cukup luas. Guru-guru di sekolah pun banyak yang percaya dan mempengaruhi anak didiknya. Pada derajat tertentu, menelan konsep ini mentah-mentah bisa berbahaya.

Kalo di luar negeri sih, namanya “5 Seconds Rule”, bukannya 5 menit. Gue ngga ngerti kenapa di Indonesia jadinya 5 menit. Ngga ada juga orang yang nungguin makanan jatuh sampe 5 menit, kan? xD Biasanya kalo makanan jatuh, ya langsung diambil dalam hitungan detik. Trus hap masuk lagi ke mulut. Hii..

“5 Seconds Rule” adalah kepercayaan yang bilang bahwa butuh waktu 5 detik buat bakteri di lantai untuk mengkontaminasi makanan yang jatuh ke lantai. Kalo bisa ambil makanan yang jatuh dari lantai dalam waktu kurang dari 5 detik, makanannya masih bagus buat dimakan karena bakteri belum sempat “menyentuh” makanan tersebut. “5 Seconds Rule” ini tidak lebih dari anjuran supaya kita ngga buang-buang makanan.

Dan faktanyaa, sedikit kontak aja dengan lantai, bahkan 1 detik aja, bakteri-bakteri di lantai pasti langsung mengkerubuti makanan yang jatuh itu. Penelitian menujukkan, ga ada perbedaan yang signifikan pada jumlah bakteri pada makanan yang jatuh ke lantai dalam 2 detik dengan jumlah bakteri pada makanan yang jatuh ke lantai yang sama selama 6 detik. Iya, hal sesimpel ini aja ada penelitiannya. Yang neliti dapat hadiah Nobel lagi. Huwoo..

3. Manusia baru make 10% kapasitas otaknya

Menurut deskripsi program Aktivasi Otak Tengah (AOT), otak tengah manusia pada umumnya masih belum aktif. Program ini menawarkan jasa mengaktifkan otak tengah dengan teknologi mutakhir untuk meningkatkan konsentrasi, kemampuan sosial, fisik, kreativitas, dan keseimbangan otak kanan dan kiri (padahal ini juga mitos zzz).

Mitos yang satu ini bukan lahir karena salah tafsir temuan ilmiah maupun ilmu yang kedaluwarsa. Mitos ini lahir dari konsep yang ngaku-ngakunya ilmiah, padahal sama sekali tidak berdasarkan ilmu pengetahuan dasar yang valid tentang otak.

Otak tengah adalah penghubung otak depan dan otak belakang. berfungsi mengontrol respon penglihatan, pendengaran, gerakan bola mata dan dilasi pupil, gerakan motorik, kewaspadaan (alertness), serta mengatur suhu tubuh. Sedari kecil, otak tengah kita sudah berfungsi. Gampang aja untuk mengatehaui apakah program AOT ini bener atau enggak. Sesuai dengan fungsinya, kalo bener otak tengah kita masih “tidur” atau belum aktif, berarti pergerakan bola mata jadi abnormal, kena penyakit Parkinson, hingga stroke.

Hebohnya lagi, program Aktivasi Otak Tengah diiringi dengan klaim fantastis, seperti setelah anak diaktivasi otak tengahnya, ia jadi bisa melihat dengan mata tertutup dan jenius dalam hitungan hari. Wah, gimana masyarakat awam ngga tertarik, ya dengan cara instan seperti ini. Apalagi orang tua yang sangat mendambakan anaknya jadi seorang jenius.

Oiya, mau kasih catatan sedikit tentang gambar di atas. Bukan berarti para cuber (pemain rubik cube) ga bisa menyelesaikan rubik dengan mata tertutup ya. Menyelesaikan rubik’s cube dengan mata tertutup emang bisa dilakuin tanpa ngintip. Ratusan ribu cuber di dunia udah buktiin itu bisa bahkan ada kompetisinya tersendiri. Soal kecurangan itu juga ada, tapi jumlahnya gak signifikan dan yang ketauan curang udah diproses secara resmi (di-banned dari kompetisi resmi, dan lain–lain). Mereka bisa melakukan itu dengan mempelajari pattern dari rubik’s cube itu tersendiri. Yang bikin kartun itu juga cuber Indonesia (Fahmi Asyari) untuk nyindir AOT yang dulu lagi booming.

Kalo lo penasaran dengan kupasan kritis tentang aktivasi otak tengah dan bagaimana caranya lo bisa membuktikan bahwa kemampuan membaca dengan mata tertutup itu ngaco, simak tulisan lawas gue ini.

Aktivasi Otak Tengah.. Beneran gak tuh?

6. Manusia (hanya) punya 5 indera

Guys, ada ngga orang terdekat atau anggota keluarga lo, yang dikit-dikit mengandalkan antibiotik ketika sakit ringan?

Wah, kalo ada, lo sebaiknya memperingatkan mereka bahwa yang mereka lakukan bisa jadi keliru. Antibiotik berasal dari kata anti dan bio (hidup). Berarti digunakan untuk membunuh sesuatu yang hidup. Antibiotik, secara definisi, membunuh bakteri. Nah, batuk, sakit telinga, sakit tenggorokan, pilek, flu, dan demam ringan itu umumnya disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus. Walaupun memang dalam beberapa kasus penyakit yang disebabkan oleh virus ini, terkadang berpotensi “mengundang” bakteri, sehingga dalam diagnosa tertentu diperlukan antibiotik.

Tapi secara umum, yang mau gua tekankan di sini adalah persepsi yang keliru bahwa antibiotik adalah “obat-segala-penyakit” yang bisa menyembuhkan hampir semua penyakit ringan, termasuk yang disebabkan oleh virus. Kenapa? Coba ingat-ingat lagi pelajaran Biologi kelas 10. Virus itu bukanlah makhluk hidup. Virus punya materi genetik, tapi tidak bisa melakukan aktivitas kehidupan, seperti metabolisme hingga reproduksi, tanpa bantuan inang. Virus itu berada di tapal batas antara benda mati dan benda hidup. Jadi ngga nyambung kan menggunakan antibiotik untuk mengatasi virus?

Minum antibiotik dengan tujuan yang tidak sesuai dengan fungsi dasarnya atau dosis yang ditetapkan dapat menyebabkan bakteri umum lainnya di dalam tubuh menjadi resisten terhadap obat. Hal ini bisa memicu terbentuknya “bakteri super” yang menyebabkan penyakit yang jauh lebih buruk daripada penyakit awal. Ketika dikasih antibiotik pada dosis yang sama, mereka udah ngga mempan lagi. Butuh antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi lagi.

Antibiotik itu ngga bisa sembarangan beli di apotek ya tanpa resep dokter. Namun, sayangnya, kadang ada oknum dokter yang tidak bertanggung-jawab yang suka kasih resep antibiotik untuk pasien dengan gejala sakit ringan. Di sisi lain, terkadang ada juga pasien yang bandel terus langsung minum antibiotik tanpa resep dan diagnosa dari dokter. Dalam konteks ini, penting banget buat pasien untuk mengerti kenapa antibiotik ga bisa mengatasi virus dan juga secara aktif menanyakan pada dokter apakah hasil diagnosanya memang ada potensi pertumbuhan bakteri, karena jika tanpa alasan yang kuat, konsumsi antibiotik justru berpotensi buruk bagi kesehatan jangka panjang.

9. Minum susu secara teratur bisa mengurangi risiko osteoporosis

Nah, ini juga salah satu mitos yang sering berseliweran di Instagram, Path, dan sebagainya. Ceritanya, golongan darah itu mempengaruhi personality seseorang. Sebenarnya gagasan ini ngga jauh berbeda dari tipe kepribadian berdasarkan zodiak sih.

Gampang banget untuk tau kalo ini cacat secara logis dan penuh bias. Kepribadian dan karakter manusia itu kan ada banyak. Gimana bisa karakter yang beragam itu dikotak-kotakkan pada hanya 4 tipe golongan? Katanya golongan darah AB itu jenius dan suka menghasilkan ide cemerlang. Tapi, gue tau banyak kok orang yang jenius tapi ngga bergolongan darah AB.

Selain itu, sifat orang kan dinamis, bisa berubah seiring berjalannya waktu, bisa jadi karena proses pendewasaan atau kejadian tertentu dalam hidup. Katanya, golongan darah O ngga bisa tepat waktu. Misalnya ada si Otong bergolongan darah O, suka ngaret. Tapi karena kemudian dia masuk dunia kerja dan nyadar kalo lelet itu bisa mempengaruhi karir, dia pun belajar untuk tepat waktu dan akhirnya bisa jadi pribadi yang disiplin. Nah, apa bisa dibilang Otong ganti golongan darah?

Biasnya adalah, kalo ada tipe kepribadian di kartun-kartun golongan darah yang pas beneran dengan karakter diri atau teman lo, kesesuaian itu diheboh-hebohin trus di-share di timeline socmed, “Ih beneran ya, gue golongan darah B, emang suka blak-blakan”. Coba aja ada karakter di kartun-kartun itu yang ngga cocok dengan dirinya, udah diabaikan gitu aja, ngga diseriusin. Dan, itu dilakukan hampir kebanyakan orang yang suka lucu-lucuan baca tipe kepribadian lewat golongan darah. Makanya, sistem ini bisa jadi populer.

Mirip kan dengan logika ngaco dan bias pada ramalan bintang/horoskop yang pernah gue bahas di ini.

Tapi, agak berbeda dengan ramalan zodiak, tipe kepribadian per golongan darah ini ada bumbunya sedikit. Karena dibagi berdasarkan golongan darah, orang mengira ini lebih akurat karena disangkut-pautkan dengan biologis manusia. Padahal, di kelas 8 SMP atau 11 SMA, kita belajar bahwa golongan darah itu ditentukan dari ada atau tidaknya antigen tertentu di permukaan sel darah merah yang nantinya dapat memicu respon imun jika kita menerima darah dari golongan yang ga kompatibel dengan darah kita. Di sisi lain, kepribadian atau sifat manusia ditentukan oleh susunan gen yang ada di setiap sel tubuh manusia. So, mendasarkan golongan darah sebagai penentu kepribadian seseorang itu keliru kan, Sis?

Penelitian khusus pun telah dilakukan dan ditemukan bahwa ngga ada hubungan antara golongan darah dengan personality seseorang.

Kalo lo penasaran dengan bahsan lebih dalam tentang apa itu golongan darah dan bagaimana kategorisasi kepribadian berdasarkan golongan darah telah menimbulkan kasus rasisme, baca aja tulisan gue yang ini ya:

Golongan Darah Bisa Mencerminkan Kepribadian Manusia, Masa sih?

****

Itu baru 10 dari sekian banyak mitos sains di kehidupan sehari-hari. Agak miris rasanya jika masyarakat kita mengeluarkan uang begitu banyak untuk hal yang tidak punya dasar valid dan terbukti secara ilmiah. Mitos-mitos ini bisa kita tinggalkan perlahan jika sebuah generasi belajar dengan benar, bukan sekedar mencari nilai atau mengandalkan cara instan. Mereka belajar dengan benar-benar menghargai ilmu pengetahuan, pentingnya berpikir kritis, dan kerja keras untuk menciptakan perubahan atau inovasi hidup yang lebih baik.

Sebagai penutup, gue mau nanya ke kalian semua, apakah lo tau mitos sains lain yang dulu sempat membuat lo terkecoh? Jika kalian mau melengkapi list gue di atas, tambahin mitos sains lain itu di bagian komen, ya. Thank you..

Stay critical, stay awesome!

Referensi
sumber gambar asal mitos: http://www.phdcomics.com/comics/archive/phd051809s.gif
sumber gambar otak kiri-kanan: http://www.cartoonaday.com
http://www.therichest.com/rich-list/most-popular/10-popular-science-myths-debunked/3/
http://www.discovery.com/tv-shows/mythbusters/videos/five-second-rule-minimyth/
http://en.wikipedia.org/wiki/Tongue_map
http://science.howstuffworks.com/science-vs-myth/everyday-myths/10-false-facts1.htm#page=10
http://www.todayifoundout.com/index.php/2010/07/humans-have-a-lot-more-than-five-senses/
http://en.wikipedia.org/wiki/Sense
sumber gambar 5 indera: http://mycolormusic.com/5-effective-ways-to-practice-better/
http://www.iflscience.com/health-and-medicine/common-science-myths-most-people-believe
https://all-that-is-interesting.com/wordpress/wp-content/uploads/2014/10/ScienceMythsAntibiotics.jpg
http://all-that-is-interesting.com/science-myths/sciencemythsantibiotics
http://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/calcium-full-story/
http://blogs.scientificamerican.com/guest-blog/2011/02/15/you-are-what-you-bleed-in-japan-and-other-east-asian-countries-some-believe-blood-type-dictates-personality/
sumber gambar golongan darah: http://www.pulsk.com/303055/Tipe-Kepribadian-Anda-Berdasarkan-Golongan-Darah.html

—————————CATATAN EDITOR—————————

Kalo ada di antara lo yang mau nambahin list mitos sains di atas, silakan lengkapin di bagian komen ya. Atau mau nanya-nanya sama Fanny tentang 10 mitos di atas, tinggalin aja komen di bawah ini.

Diposting oleh: nomortogelhariini.net

Kategori: Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button

Bạn đang dùng trình chặn quảng cáo!

Bạn đang dùng trình chặn quảng cáo!